HARGA TOYOTA di SOLO | Dealer Nasmoco Solo Baru  : Surakarta, Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, Boyolali, Sragen, Karanganyar

nasmoco logo  social facebook box blue 32 social twitter box blue 32 social yahoo box lilac 32

Harga Toyota Calya di Solo .......saatnya inden Beli Calya Agya di Solo.....beli Toyota di Solo :....Avanza 2016...Veloz...Innova...Fortuner...Rush...All New Yaris...Etios...Alphard...Etios...All New Vios ...Corolla Altis...Camry...NAV1...HiLux...HiAce...FT86...Truk Dyna...Land Cruiser... Marketing Toyota SOLO Baru telphone : FRAM ISHARDONO 081229745678 | 0816679678 | 0817778678...PIN BB 7454E872....Harga Spesial...Kredit mobil Toyota Uang Muka DP murah dan mudah area Surakarta...Sukoharjo...Wonogiri...Sragen...Karanganyar...Boyolali...KLATEN

Pajak Progresif Kendaraan 2011

Pajak Progresif

Membeli Mobil Toyota di bulan Desember 2010 ini adalah pilihan yang sangat tepat, terutama untuk membeli mobil Toyota di Nasmoco Solo Baru, karena ada banyak faktor yang membawa Anda untuk mengambil keputusan membeli mobil Toyota di Desember 2010 ini, beberapa faktor tersebut adalah Promo Apresiasi Akhir Tahun atau disebut juga Fantastic Nasmoco yang berhadiah Langsung yang berisi juga undian 10 new Yaris hanya untuk pembeli di Jawa Tengah dan DIY saja atau dengan kata lain hanya untuk pembelian di Dealer Nasmoco Group,

Adapun faktor lain yang bisa membantu Anda untuk membeli mobil Toyota di bulan Desember ini adalah kenaikan BBN yang biasanya naik di awal tahun dan juga Pajak Progresif yang akan diberlakukan di tahun 2011 nanti,untuk perkiraan kenaikan BBN tahun 2011 adalah 15% yang biasanya di tahun-tahun sebelumnya hanya 5%-10%, untuk Pajak Progresif Kendaraan diperkirakan 12,5%, seperti yang diberitakan oleh harian Suara Merdeka :

Pajak Progresif Kendaraan 12,5%

BESARAN pajak progresif kendaraan yang akan diberlakukan di Jateng mulai Januari mendatang kemungkinan 12,5 persen. Anggota Komisi C DPRD Jateng Khafid Sirotudin mengatakan, persentase itu mempertimbangkan besaran pajak yang diberlakukan di provinsi lain, seperti di Jawa Barat 10 persen, Jawa Timur 15 persen, dan DKI Jakarta 10 persen.


Sebenarnya Jateng ingin memberlakukan 15 persen, namun menurutnya, karena harus bersaing dengan provinsi lain diambil jalan tengah sebesar 12,5 persen. Tetapi, ia menegaskan, hal itu belum final.

Anggota Panitia Khusus Raperda Pajak itu menyatakan, jika pajak progresif kendaraan di Jawa Tengah ditetapkan 15 persen, maka bisa saja para pembeli kendaraan baru akan membeli di provinsi lain yang pajaknya lebih murah.

Menurut Khafid, saat ini raperda tentang pajak masih digodok. Ditargetkan pada akhir Desember ini perda tersebut sudah bisa disahkan sehingga pajak progresif dapat diberlakukan mulai 2011.
Tutupi Kekurangan Pemberlakuan pajak progresif dilakukan guna menutupi kekurangan pendapatan di masa mendatang. Sebab, ada beberapa pos pendapatan provinsi yang dialihkan ke kabupaten/kota dan pusat.

Aturan pajak yang baru itu diharapkan dapat menutup hilangnya potensi pendapatan asli daerah sebesar Rp 78,5 miliar. Berkaitan dengan subjek pajak progresif, Khafid menyatakan akan dikenai kepada nama dan alamat yang sama.

Hal itu sesuai dengan Undang-undang 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Soal jenis kendaraan, Khafid menyatakan belum ada keputusan, apakah kendaraan roda empat ataukah juga kendaraan roda dua yang terkena aturan itu. UU Nomor 28 Tahun 2009  hanya menyebut pajak progresif untuk kendaraan, sehingga bisa diartikan kendaraan roda dua atau roda empat.

Padahal, kendaraan roda dua kebanyakan dimiliki masyarakat menengah ke bawah sehingga ada sebagian anggota DPRD yang meminta agar jenis kendaraan itu tidak usah dikenai pajak progresif. (Yunantyo Adi S, Saptono JS-59) ...<Suara Merdeka Rabu, 15 Des 2010 Hal 10>

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh

Alexa Stat

Google PageRank Checker

Iklan Adsense